Kisah Nabi Adam As

KISAH LENGKAP NABI ADAM A.S

Image result for kisah nabi adam


Dalam Ensiklopedia Islam Indonesia susunan Tim penulis IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1992) dikatakan bahwa umat Yhdi, Krstn, dan sebagian umat Islam memandang Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Tuhan di permukaan bumi ini. Ia digelari sebagai bapak manusia (abu al-basyar).



Sesuai dengan firman Allah dalam Q.S Al-An'am bahwa Allah menciptakan manusia dari tanah, lalu menyempurnakannya.

Firman Allah SWT.:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ۖ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

Artinya:
"Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu)." (Q.S. Al-an'am: 2)

Setelah Allah menciptakan dan menyempurnakan nabi Adam A.s, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam. Semua malaikat bersujud, kecuali iblis. Ia enggan sujud dan merasa lebih mulia daripadanya, sebab ia diciptakan oleh Allah dari api tanpa asap, sedangkan Nabi Adam diciptakan oleh Allah  dari tanah. Oleh karena itulah, iblis diusir dan dilaknat oleh Allah SWT.

Setelah terusir dari surga dan mendapat kutukan dari Allah SWT., Iblis pun memohon kepada Allah agar dapat menggoda dan menjerumuskan anak cucu Adam kedalam kesesatan hingga hari Kiamat datang. Allah pun mengabulkan permintaan Iblis itu sebagaimana difirmankan-Nya dalam surat Al-Hijr ayat 36-40 sebagai berikut:

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ . قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ . إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ . قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ . إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ .
Artinya:
"Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,"
Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,"
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka."

Adapun sujudnya para malaikat kepada Nabi Adam bukanlah sebagaimana sujudnya orang salat dan menyembah, tetapi sebagai bentuk ketaatan untuk memuliakan atau menghormati Nabi Adam.

Firman Allah SWT.:
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Artinya:
"(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya"." (Q.S. Shaad:71-72)

Nabi Adam Sebagai Khalifah di Bumi

Disebutkan dalam Al Qur'an Q.S Albaqarah ayat 30 bahwa nabi Adam A.s diciptakan untuk dijadikan khalifah atau pemimpin di muka bumi:

Firman Allah :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya:
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"." (Q.S. Al-Baqarah: 30)


Surah tersebut dikuatkan oleh firman Allah pada potongan ayat lain yaitu sebagai berikut :
....يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ 

Artinya:
"Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi,"

Allah Menciptakan Hawa Sebagai Teman Hidup/Istri nabi Adam

Karena Adam merasa kesepian, Allah menciptakan seorang manusia (wanita) yang berasal dari tulang rusuk nabi Adam  untuk menjadikan taman atau istri Adam, yaitu Hawa. Setelah Hawa dijadikan sebagai istri Adam, Allah memerintahkan supaya Adam dan Hawa bertempat tinggal di surga, sebagaimana firman-Nya:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya:
"Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S. Al-Baqarah: 35)


Di tempat itu (surga), Adam dan Hawa diberi kebebasan untuk memakan makanan apa saja yang disukainya, kecuali mendekati dan memakan sebuah pohon kayu (pohon khuldi). Jika Adam dan Hawa melanggar larangan itu, mereka akan menjadi orang-orang yang aniaya.

Setan yang mendendam terhadap Adam berdaya upaya untuk menggoda Adam. Ia berkata, "Allah melarang kalian memakan buah ini agar kalian tidak dapat menjadi malaikat dan agar kalian tidak betah tinggal di dalam surga." Untuk mengukuhkan tipu dayanya, setan bersumpah atas nama Allah sehingga tergelincirlah Adam dan Hawa terbujuk tipu dayanya.

Maka terbukalah bagi keduanya malu yang tersembunyi setelah menyadari kesalahannya, Adam dan Hawa pun menangis memohon ampunana, "Wahai Tuhan, kami telah menganiaya diri kami. Jika engkau tidak mengampuni dan memberikan rahmat kepada kami, niscaya masuklah kami ke dalam golongan orang-orang yang merugi."

Allah mengampuni keduanya dengan memberikan beberapa doa (petunjuk) kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha penerima tobat dan penyayang. Dan sesuai dengan rencana Allah untuk menjadikan Adam sebagai khalifah di muka bumi, maka keduanya pun diturunkan ke bumi dengan berlainan tempat dan jaraknya pun sangat jauh.

Merekapun saling mencari, kemudian bertemu setelah lama sekali berpisah, yaitu di Padang Arafah. Sampai sekarang, para jamaah haji diwajibkan untuk wuquf (berhenti) di tempat tersebut sebagai salah satu rukun haji.

Cerita Anak Adam : Qabil dan Habil

Hawa melahirkan sebanyak dua puluh satu kali dan setiap kali melahirkan anaknya selalu kembar, yang terdiri atas seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, kecuali anak yang terakhir yang kemudian menjadi Nabi Syits. Adapun anak nabi Adam yang tertua bernama Qabil dan saudara perempuannya Iklima. Yang kedua bernama Habil dan saudara perempuannya bernama Labuda.

Qabil mempunyai bentuk badan, wajah dan kulit yang bagus demikian pula saudara perempuannya Iklima. Sedangkan Habil dan Labuda berwajah buruk. Qabil dijodohkan dengan saudara kembarnya Habil, sedangkan Habil dijodohkan dengan saudara kembarnya Qabil. Akan tetapi, Qabil tidak mau menerima perjodohan itu, dan memaksa untuk menikah dengan Iklima.

Untuk memutuskan perkara jodoh itu, Nabi Adam memerintahkan kedua anaknya berkurban untuk Allah. Siapa yang diterima kurbannya oleh Allah, dialah yang berhak menikahi Iklima. Qabil berkurban dengan tanamannya karena ia seorang peladang, sedangkan Habil berkurban dengan kambingnya karena ia adalah seorang peternak.

Dari kedua kurban itu, yang diterima oleh Allah adalah kurbannya Habil. Setelah mengetahui kurbannya tidak diterima, Qabil berusaha untuk meniadakan adiknya. Ia mendatangi Habil yang sedang menggembala kambing di lereng gunung, kemudian meniadakannya.

ini diterangkan dalam Al-Qur'an:
فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya:
"Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membnh saudaranya, sebab itu dibnhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi."


Setelah Qabil meniadakan Habil, ia merasa kebingungan untuk menguburkan jenazah adiknya itu. Ketika itu Allah memperlihatkan dua ekor burung gagak berkeliaran dan seekor di antaranya mati terbnh. Gagak yang masih hidup itu menggali tanah lalu menguburkan bangkai kawannya itu kemudian menimbunnya dengan tanah. Demikianlah, riwayat Qabil hingga dapat menguburkan jenazah saudaranya yang ditiadakan itu.
Qabil terus dalam kondisi kebingungan. Lalu, Allah memberikan petunjuk melalui dua ekor burung gagak yang berkelahi hingga salahsatunya mati. Allah menyuruh burung gagak yang masih hidup tersebut untuk menggali bumi. Hal tersebut untuk memperlihatkan kepada Qabil bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Melihat hal itu, Qabil berkata. "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Sejak peristiwa itu, Qabil pergi meninggalkan keluarganya.
Peristiwa menyedihkan tersebut membuat Adam dan Hawa sangat berduka. Akan tetapi,keduanya tetap tabah dan bertawakal kepada Allah, serta berusaha mengambil hikmah di balik peristiwa itu.
Sepeninggal Qabil dan Habil, Adam dan Hawa tidak memiliki anak laki-laki lagi. Keduanya terus berdoa memohon kepada Allah agar diberikan keturunan laki-laki lagi. Tidak lama kemudian, Hawa mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang bernama Syits. Kelak, Syits akan melanjutkan keturunan Nabi Adam.
Nabi Adam terus berdakwah di kalangan anak cucunya, mengajak mereka mengamalkan ajaran Allah untuk menyembah-Nya, berbuat baik kepada sesama, jujur, dan saling menolong.

Dalam usia seribu tahun, Nabi Adam mendapat wahyu dari Allah bahwa ajalnya telah tiba. Lalu, Adam bertafakur dan berdoa kepada Allah. Tidak lama kemudian, Nabi Adam wafat. Setahun kemudian, Hawa wafat menyusul Adam. Jenazahnya dimakamkan di Kota Jedah, Arab Saudi.

0 Response to "Kisah Nabi Adam As"

Post a Comment

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang sopan.