Kisah Nabi Isa As

KISAH LENGKAP NABI ISA AS

Maryam adalah seorang wanita yang salihah, yang dididik dan dibesarkan oleh Nabi Zakariya. Maryam tinggal di mihrab masjid beribadah kepada Allah Ta'ala dan berdzikr kepada-Nya.
Pada uatu hari, Maryam didatangi oleh malaikat dalam wujud manusia, mereka menyampaikan pujian Allah kepadanya dan mendorongnya untuk terus taat beribadah dan melakukan shalat, seperti yang diterangkan dalam Q.S Surat Ali Imran ayat 42-43 yang berbunyi :


(42)وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
(43)يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya :
mereka berkata"Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)..
Wahai Maryam! Taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukulah bersama orang-orang yang ruku'." (QS. Ali Imran: 42-43)


Selanjutnya, para malaikat itu memberitahukan kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak darinya yang akan menjadi Nabi dan Rasul yang mulia yang diperkuat dengan mukjizat, hal tersebut dikuatkan oleh Q.S Ali imran ayat 45-46 yang berbunyi :


إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ(45) وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ(46

Artinya :
mereka berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)..
Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Ali Imran: 45-46)

Maryam merasa heran,  bagaimana ia akan melahirkan anak, sedangkan ia tidak mempunyai suami dan tidak ada seorang lelaki pun yang menyentuhnya, maka Allah memberitahu kepadanya bahwa demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata, "Jadilah!" lalu jadilah dia. Ketika itu, Maryam hanya pasrah terhadap ketetapan itu dan berharap agar Allah memberikan jalan keluar baginya karena khawatir kaumnya akan menuduh yang tidak benar kepadanya.
Kelahiran Nabi Isa tanpa seorang ayah tidaklah musathil bagi Allah, bukankah Nabi Adam ‘alaihis salaam lahir tanpa seorang bapak dan seorang ibu dan bukankah Hawaa’ lahir dari laki-laki (tulang rusuk Adam). Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman dalam Q.S Ali Imran ayat 59


وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
Arrtinya:
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” (QS. Ali Imran: 59)
Pada suatu hari, saat Maryam sedang menyendiri, Allah mengutus Malaikat Jibril kepadanya dalam wujud manusia yang sempurna. Ketika Maryam melihatnya, maka ia segera terperanjat dan takut kepadanya, ia pun segera berlindung kepada Allah dari orang itu, maka malaikat Jibril langsung menenangkannya dan memberitahukan kepadanya, bahwa dia adalah utusan Allah untuk mengaruniakan kepadanya seorang anak yang suci.
Malaikat Jibril pun langsung meniupkan ruh ke leher baju Maryam, lalu tiupan itu masuk ke farjinya, maka Maryam pun hamil.
Waktu pun berlalu, maka tibalah saatnya bagi Maryam untuk melahirkan anak, maka ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Dan rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma,
Maryam berkata, "Wahai kiranya, aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan."
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, "Janganlah kamu bersedih hati, Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,--Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, maka Katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini." (Lihat QS. Maryam: 23-26)
Selanjutnya, Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Lalu kaumnya yang terdiri dari orang-orang Yahudi berkata, "Wahai Maryam, Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina."
Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka pun berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"
Ketika itulah Allah Subhaanahu wa Ta'ala menjadikan Isa putera Maryam berbicara, Beliau berkata,
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا  30  وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا  31   وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا 32  وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا 33 
Artinya:
"Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab  dan Dia menjadikan aku seorang nabi-*-Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi (mengajarkan kebaikan) di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku  shalat dan  zakat selama aku hidup;-*-Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka-*-Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam: 30-33)

Meskipun begitu, Kaum Yahudi tetap saja menuduh Maryam berzina, dan ketika Maryam merasa khawatir terhadap tindakan jahat mereka terhadap dirinya dan anaknya, maka Maryam membawa puteranya ke tempat yang jauh agar mereka tidak menyakitinya.
Ketika Nabi Isa 'alaihis salam sudah besar, maka Maryam membawa lagi Nabi Isa ke tempat kelahirannya yaitu di Baitlahm (dekat Baitulmaqdis) di Palestina.
Ketika Nabi Isa 'alaihis salam kembali ke kaumnya, maka Beliau melihat ternyata kaumnya telah menyimpang dari jalan yang diajarkan Nabi Musa as. Mereka sibuk dengan dunia dan tidak mengisi hidupnya dengan beribadah kepada Allah Ta'ala.
Bahkan di antara mereka ada yang mengingkari hari Kiamat, mereka berkata, "Tidak ada hisab dan pembalasan pada hari Kiamat."
Kondisi Bani Israil ketika itu benar-benar butuh diperbaiki, maka sungguh tepat diutusnya Nabi Isa 'alaihis salam kepada mereka untuk membimbing mereka ke jalan yang lurus. Maka mulailah Nabi Isa 'alaihis salam mengajak mereka beribadah kepada Allah Ta'ala dan meninggalkan kebodohan dan kesesatan yang menimpa mereka.
Allah Ta'ala menguatkan Nabi Isa 'alaihis salam dengan mukjizat yang besar yang sesuai dengan zamannya sebagai bukti bahwa Beliau adalah utusan Allah SWT.

Antara Lain :

  • Dapat menghidupkan orang yang telah mati
  • menyembuhkan orang yang sakit yang sangat parah
  • mengetahui apa yang dimakan orang-orang dan apa yang mereka simpan di rumah
  • menghidupkan/membuat burung daari tanah liat dan dapat terbang
Meskipun mukjizat telah ditunjukkan oleh Nabi Isa 'alaihis salam, tetapi tidak ada yang beriman dari mereka kecuali sedikit saja. Namun , Nabi Isa 'alaihis salam tidak berputus asa dan terus mengajak mereka beribadah kepada Allah Ta'ala, hingga akhirnya Nabi Isa 'alaihis salam meminta kepada kaumnya untuk membantunya menolong agama Allah, lalu Allah menunjuki segolongan kaum fakir dan miskin kepada keimanan, dan mereka inilah yang menjadi pengikut setianya (hawariyyun) yang dipilih Allah Ta'ala untuk mengemban dakwah yang hak dan menolong Nabi Isa 'alaihis salam. Jumlah mereka hanya 12 orang saja.
Ibnu Ishaq berkata: Nabi Isa ‘alaihis salam memiliki hawariy (sahabat setia yang membelanya), yang jumlahnya ada 12 orang, yaitu Petrus, Ya’qub bin Zabda, Yohanes saudara Ya’qub, Andraawes, Falibas, Ibritslima, Mata, Tomas, Ya’qub bin Halqiya, Tadaawus, Fataatiya, Yudas Karyaayota. Dan Yudas inilah (yang murtad) yang menunjukkan orang-orang Yahudi tentang keberadaan Isa.”
Suatu hari para pengikuti setia Nabi Isa 'alaihis salam (kaum hawari) meminta kepada Nabi Isa 'alaihis salam agar Beliau berdoa kepada Allah Ta'ala agar Dia menurunkan hidangan untuk mereka langsung dari langit, lalu Nabi Isa 'alaihis salam menasihati mereka agar bertakwa kepada Allah dalam hal itu, lalu para hawari berkata, sesuai dengan Q.S Al Ma'idah ayat 113


قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ
 "Kami ingin memakan hidangan itu dan agar hati kami tenteram dan agar kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu." (QS. Al Ma'idah: 113)

Tetapi ketika Nabi Isa 'alaihis salam melihat ternyata para hawari tetap saja meminta hidangan dari langit, maka Nabi Isa 'alaihis salam berdiri shalat dan berdoa,

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya:
"Ya Tuhan Kami turunkanlah kiranya kepada Kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama." (QS. Al Ma'idah: 114)

Maka Allah 'Azza wa Jalla berfirman,
قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ
Artinya:
"Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu. Barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia." (QS. Al Ma'idah: 115)

Tidak berapa lama kemudian, Allah menurunkan hidangan dari langit, dan manusia melihatnya, sedangkan hidangan itu terus mendekat sedikit demi sedikit. Hidangan tersebut pun sampai berada di hadapan Nabi Isa 'alaihis salam, lalu Nabi Isa dan orang-orang yang berada di dekatnya bersujud kepada Allah sambil bersyukur karena dikabulkannya permintaan mereka.
Selanjutnya, Nabi Isa 'alaihis salam membuka penutup hidangan itu, dan ternyata dalam hidangan itu terdapat sesuatu yang disukai jiwa dan enak dipandang mata, lalu para hawari memakan hidangan itu. Dan ikut pula bersama mereka ribuan manusia yang datang kepada Nabi Isa agar mereka disembuhkan dari penyakitnya dengan izin Allah. Dan turunnya hidangan itu menjadi hari raya bagi kaum hawari dan para pengikut Nabi Isa 'alaihis salam untuk masa yang panjang.

Berita Nabi Isa pun tersebar ke pelosok negeri, dan banyak dari kaum Yahudi dengki kepada Beliau dan mereka ingin Beliau disingkirkan, maka mereka pun mengatur tipu-muslihat. 
Mereka pun pergi mendatangi raja ketika itu dan memberitahukan, bahwa Isa adalah seorang pemberontak. Mereka yang dengki ini terus saja memfitnah Nabi Isa di hadapan raja, mereka beritahukan kepada raja itu bahwa Isa menyesatkan orang-orang, menghalangi orang-orang taat kepada raja, memisahkan antara bapak dan anaknya, dan mereka juga membuat kedustaan-kedustaan lainnya terhadap Isa, seperti mengatakan bahwa ia (Nabi ‘Isa) adalah anak zina sehingga membuat amarah raja semakin memuncak. Hingga akhirnya raja mengeluarkan keputusan untuk membunuh Nabi Isa 'alaihis salam dan menyalibnya. 
Di tengah susana itu, Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman kepada Nabi Isa, terdapat dalam Q.S Ali Imran ayat 55

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا
Artinya:
"Wahai Isa! Sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya." ( QS. Ali Imran: 55)

Nabi Isa 'alaihis salam juga berpamitan kepada para hawariy dan memberikan kabar gembira kepada mereka dengan kedatangan rasul setelahnya yang akan menyempurnakan apa yang telah dimulainya, dan dengan kedatangan Rasul tersebut, maka nikmat Allah menjadi sempurna kepada makhluk-Nya. Nabi Isa 'alaihis salam berkata kepada mereka,
وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ
Artinya:
"Wahai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." (QS. Ash Shaff: 6)

Maka raja pun mengirimkan tentaranya untuk menangkapnya, menyalibnya dan menghukumnya. Ketika tentara raja yang siap menangkapnya sampai ke tempat Nabi ‘Isa seraya mengepungnya, maka Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam, Allah Ta’ala mengangkat Beliau dalam keadaan tertidur lewat lubang angin di rumahnya ke langit, dan Allah Ta’ala menjadikan rupa orang yang di dekat Nabi Isa di dalam rumahnya itu mirip dengan Nabi Isa ‘alaihis salaam. Ketika tentara raja masuk di malam hari, mereka anggap bahwa orang itu Nabi ‘Isa, mereka pun menangkapnya, menghinakannya dan menyalibnya serta menaruh di kepalanya duri. Demikianlah tindakan Allah Ta’ala terhadap tipu daya mereka, Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi-Nya dan mengangkatnya di tengah-tengah mereka, serta membiarkan mereka bergelimang dalam kesesatan, mereka  mengira telah berhasil menyalib Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam dan membunuhnya, padahal tidak.Nabi Isa 'alaihis salam adalah Nabi terakhir Bani Israil, dan tidak ada setelah Beliau Nabi lagi selain penutup para nabi dan rasul, yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Salman, ia berkata, "Masa fatrah (kekosongan rasul) antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah 600 tahun."
Namun menurut Qatadah adalah 560 tahun. Ada pula yang mengatakan, 540 tahun. Menurut Adh Dhahhak, 430 tahun lebih, namun yang masyhur adalah 600 tahun. Di antara Ahli sejarah ada pula yang berpendapat, bahwa masa kekosongan rasul itu adalah 620 tahun dengan tahun Qamariyyah sehingga sama saja 600 tahun Syamsiyyah, wallahu a'lam. (Shahih Qashashil Anbiya' hal. 498)
Nabi ‘Isa tinggal di bumi setelah turunnya selama tujuh tahun, lalu wafat. Jika ditambah dengan umur ketika Beliau belum diangkat ke langit adalah tiga puluh tiga tahun. Sehingga umur Beliau adalah 40 tahun di bumi, hal ini sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir dalam Al Bidayahnya.
Wallahu a’lam, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalhihi wa shahbihi wa sallam.

Sumber :
http://tafsirq.com
http://faham-salaf.blogspot.co.id
https://id.wikipedia.org

2 Responses to "Kisah Nabi Isa As"

  1. Kisah nabi isa memang sangat menginspirasi kaum muslim

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali.. sebagai umat muslim sebaiknya kita bangga😊

      Delete

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang sopan.